Balad OMO

Tampilkan postingan dengan label perokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perokok. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juli 2023

Rokok, Dicaci-Dicinta

 


Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/2bkPTiEMFRRk2QV1A

#IRONI_ROKOK:
01. Rokok itu "kehidupan" ...
02. Perokok itu "pahlawan" ...
03. Di setiap RUWAK, di setiap ruang dan waktu, yg Diperingati Pemerintah adalah MEROKOK ITU #blablabla, #pratpretprot, ...
04. Setelah membaca edaran dan iklan bahwa merokok itu berbahaya, maka SAYA BERHENTI MEMBACA!
05. OKNUM Nakes (tenaga kesehatan) pun merokok
06. OKNUM Penerima BLT (bantuan langsung tunai) pun merokok
07. Wis mangan ora udud enek
08. Ber-olga-lah, berolgaragalah, biar sehat, biar enak merokok!
09. Hidup kita harus teratur, biar merokok pun teratur!
10. Kata dokter, merokok menyebabkan kematian. Kata perokok, dokter yg tidak merokok pun akan mati; bahkan tukang doa pun akan mati!
11. Perokok jangan takut mati ... Tinggal sulut lagi rokoknya dg korek api!
12. Perokok itu ditakuti maling. Karena setiap malam dehem2-batuk2, ...
13. Perokok itu ditakuti iblis. Karena api pun di-isap, sedangkan api adalah asal iblis!
14. Perokok itu takut ke istri, eh
15. Cukai rokok itu terbesar ke-2 setelah devisa (?)
16. ... (silakan tambah, #broBray🤝)

Kamis, 03 November 2022

Tentang Rokok

 
Sumber gambar: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2139832/ini-dia-5-gambar-seram-yang-wajib-nempel-di-bungkus-rokok

#01 TENTANG ROKOK

Perokok itu korban lingkungan dan iklan #duh

Ujungberung@30.09.2022


#02 TENTANG ROKOK

#iklan_rokok

Korban iklan

Perang iklan

Sponsor ini itu

Donatur sana sini

Pemenang tak merokok:

Pemilik pabrik rokok!

Ujungberung@30.09.2022


#03 TENTANG ROKOK

ialah si abu-abu

mengapa ragu-ragu

tinggal hati-hati

jangan sampai sia-sia

sebab abai aba-aba

Ujungberung@02.11.2022


#04 TENTANG ROKOK

Bukan candu, tapi kebiasaan

Yang tahu rokok itu candu

Berarti telah ngeuh bahaya rokok

Nah, kalau biasa-kebiasaan

Tinggal dibiasakan

Basahi bibirmu dengan dzikrullah,

Shalawat, ...

Sebagai PENGGANTI merokok

Nabi SAW pun bukan perokok!

Ujungberung@02.11.2022


#05 TENTANG ROKOK

Nazar tidak, Azam belum; tapi jika *Moalboros* mengklaim no. 1 sedunia selama 50 th ini + ada 2 produknya di bawah Rp 10 rb/bks, wah@ngajak.berantem!

Maka saya butuh "sindikat" seperti "mereka" (proRokok) yg bisa ngatur USA bin pamanSam ... Seraya ikhtiar terus manfaatkan tembakau bukan untuk industri rokok ... MSA: maaf salaman aamiin

Ujungberung@02.11.2022


#06 TENTANG ROKOK

#korban_lingkungan

Sekitaran sebabkan merokok

Karena kesadaran

Karena ketidaksadaran

Karena sengaja

Karena tidak sengaja

Meski disangkal

Sungguh, ingat-ingat di sunyi

Karena aku bisa nulis novel

Begitu banyak ruang jadi saksi

Begitu banyak pihak terdakwa

Sebabkan kita jadi perokok!

Ujungberung@05.11.2022


#07 TENTANG ROKOK

Sayangi sekitarmu

Sayangi keluargamu

Sayangi kekasihmu

Kalau tak

Sayangi dirimu, Perokok!

Ujungberung@07.11.2022


#08 TENTANG ROKOK

Sudah kubilang rokok itu si abu-abu

Plus takkan khatam polemik pro-kontra

Seperti lagu Perdamaian dari Nasida Ria

Rumah sakit kaudirikan ...

Bom atom kauledakkan

Wara-wiri mitigasi

Sekaligus sibuk polarisasi

Orang disuruh sehat, sponsor rokok

Anak diharap pintar, donasi rokok

Bibir dirayu basah berdzikir ...

Pabrik rokok meraksasa hingga partikelir

Petualang, pemberani itu perokok

Pemilik pabrik rokok tidak merokok

Siapakah orang terkaya di kita sejak 2015?

Ujungberung@07.11.2022


#09 TENTANG ROKOK

Karena buruk aroma

Karena efek stigma

Kehadiranmu dibenci

Ketiadaanmu dipuji

Siapa buruk etika

Siapa tebar mala

Ujungberung@07.11.2022


#10 TENTANG ROKOK

#uang_rokok

Siapa tak ucap-laku ini

Kinerja relasi diapresiasi

Ujungberung@07.11.2022


#11 TENTANG ROKOK

Tembakau itu dari kebun

Rokok itu dari pabrik

Mending mana, sehat mana?

Mending merokok atau tidak?

Pilih nikmat-sakit atau sehat-asyik?

Ujungberung@08.11.2022


#12 TENTANG ROKOK

Merokok dilarang di mana-mana

Pabrik, distro, grosir, toko, kios, asongan

Melenggang di mana-mana

Rokok dihujat di mana-mana

Banyak hajat dibantu di mana-mana

Perokok tersingkir di mana-mana

Siapa tersindir di mana-mana:

Bukan perokok dapat beasiswa dari rokok

Anti-rokok naik haji gegara jualan rokok

Maniak sehat ngasih uang rokok ke tukang

...

Ujungberung@08.11.2022


#13 TENTANG ROKOK

Rokok dikutuk

Pabrik rokok tutup!

Berani, #wi?

Ujungberung@08.11.2022


#14 TENTANG ROKOK

Di setiap ruwak

Ruang dan waktu

Yang diperingati Pemerintah

Adalah rokok

Di bajunya, di bungkusnya, ditempelin

Kata dan gambar serem

Ya, Pemerintah kita

Baru berani ingatkan

Pemilik pabrik rokok

Untuk nempelin PHW

Picture health warning

Buat nakutin siapa?

Jika kata-kata galak sekadar kata

Jika gambar-gambar serem cuma gambar

Justru smakin akrab

Semakin karib dengan Rakyat

Alias gak bikin serem lagi

Nah, sudah waktunya

Pemerintah terapkan sanksi!

Tapi sepertinya masih sangsi

Alias mau nunggu korban lagi?

Ujungberung@08.11.2022


#15 TENTANG ROKOK

Siapa yang merokok di masjid sambil menunggu isa atau ceramah tarawih?

Ya, ayah-ayah kita

Bagaimana jelang akhir hidup mereka?

Alhamdulillaah, berhenti merokok

Ujungberung@08.11.2022


#16 TENTANG ROKOK

Dulu, lelaki mulai nakal karena merokok

Kini, lelaki bebal itu jika masih merokok

Dulu, yang merokok ialah orang gila

Karena asap diisap

Tuh, bakaran sampah, isap, gratis!

Kini, yang tidak merokok ialah orang aneh

Karena di zaman gila ini kok masih ada orang baik

Ya, orang baik itu memang orang aneh!

Soal perempuan merokok? No comment!

Ujungberung@08.11.2022


#17 TENTANG ROKOK

Pernah kukritik mengapa setelah aku jadi bapak-bapak, aku dilarang merokok di masjid, padahal dulu bapak-bapak kita para pemakmur masjid itu merokok sambil nunggu masuk waktu isa atau sambil dengar ceramah tarawih; pun waktu khutbah jum'at, beberapa bapak-bapak merokok di serambi atau halaman masjid; saat itu, aku tidak melarang mereka; notFair! gaAdil!

Ujungberung@10.11.2022


#18 TENTANG ROKOK

yang tahu isi dompet

yang tahu kondisi tubuh

yang tahu plus-minus rokok

ialah kita sendiri

adalah hidayah Tuhan

lalu, siapa teladanmu?

jangan ragu-ragu!

Ujungberung@10.11.2022


#19 TENTANG ROKOK

Siapa yang merokok ketika khutbah jum'at di serambi atau halaman masjid sambil cabutin jenggot dengan uang koin dan bisik-bisik plus sesekali mesem-mesem nahan tawa dengan jama'ah lain?

Ya, ayah-ayah kita, lantas kutiru mulai SMA

#duh

Ujungberung@10.11.2022


#20 TENTANG ROKOK

Aku ingat betul kepada seorang kawan yang kupaksa untuk merokok

Kataku: Kau merokok, kau kawanku!

Merokoklah dia ... #duh berdosalah aku kini!

Di manakah kawanku itu?

Semoga baca ini: Berhentilah merokok, kau kawanku!

Ujungberung@11.11.2022


#21 TENTANG ROKOK

Kita harus sehat

Biar merokok nikmat

#duh

Ujungberung@11.11.2022


#22 TENTANG ROKOK

Aku mulai berbohong karena rokok

Kamu merokok? Jawabku, Tidak, Pak!

(di usia 10 tahun; kakaklah yang ditampar)

Pak, minta uang buat beli buku Matematika!

(padahal buat beli rokok, maka nilai EBTANAS Matematika SMA-ku jeblok)

#duh

Ujungberung@11.11.2022


#23 TENTANG ROKOK

Siapakah yang dehem-dehem

Gak malam, gak siang?

O, tetangga depan rumah

Siapakah yang batuk-batuk

Gak siang, gak malam?

O, tetangga sebelah

Alhamdulillaah,

Aku tlah berhenti merokok

Singga gak dehem-dehem

Gak batuk-batuk lagi

Ujungberung@09.12.2022


#24 TENTANG ROKOK

Saya itu pintar sekali

Maka saya merokok

Biar pintar sedikit

Eh, merokok-nya lama sekali

Maka saya berhenti merokok

Biar pintar lagi

Ujungberung@09.12.2022


#25 TENTANG ROKOK

#iklan_rokok

Iklan merokoklah sudah eksis

Yang terang-terangan atau pura-pura

Yang eksplisit atau implisit

Yang vulgar atau halus

Hingga jelma ngeri-ngeri-sedap

Iklan merokoklah sudah beranak-pinak

Dari Pak Jokowi sampai Pak RT

Petugas BKKBN pun keteter

Apalagi petugas BPS

Hingga perokok pun dapat BLT

Orang juga bertanya:

Apakah iklan rokok dilarang?

Apa maksud dan tujuan dari iklan rokok?

Mengapa iklan rokok di malam hari?

Tindakan apa yang diharapkan dari khalayak pada iklan Dilarang Merokok?

Ujungberung@29.12.2022


#26 TENTANG ROKOK

Mengapa orang tua kita berhenti merokok?

Padahal dulunya seperti kita:

Pionir

Petualang

Pembangkang, dan

Mendapat hidayah:

Tidak merokok itu nikmat

"Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus"

"Yaitu jalan yang Engkau beri nikmat"

Semoga akhir yang Engkau ridai, aamiin

Ujungberung@11.02.2023


#27 TENTANG ROKOK

Anda pencandu rokok?

Anda perokok berat?

Cobalah berhenti merokok!

Jika berhasil berhenti merokok,

Apresiasilah ikhtiar Anda

Puji-hargailah diri Anda:

Sebagai Manusia Baru

Sebagai Manusia Suci

Sebagai Wali!

(Semoga kita termasuk Kekasih Tuhan)

kanggo@sa.abdieun

untuk@diri.sendiri

Ujungberung@11.03.2023

- sy mulai merokok 1981

- mulai nyandu-perokok berat 1987

- definisi Perokok Berat sy: kuntung rokok pun, sy isap ... #duh #tasbih (Qs 110: 3)


#28 TENTANG ROKOK

Aku baru bisa mencintainya

Buktinya, 

Aku bisa melupakan yang kucintai

Ya, rokok

Sedangkan kepada-Mu,

Mengapa aku belum bisa mencintai-Mu?

Mengapa aku lupa cara mencintai-Mu?

Apakah harus nunggu 17 Ramadan,

Sehingga Kaukirimkan ayat cinta-Mu?

Apakah harus menyepi dahulu

Ke ruang gelap-sempit,

Sehingga Kauhadir dan 

Butakan mataku oleh cerlang-Mu

Karena Kau begitu besar, begitu nampak?

Apakah aku harus seperti kekasih-Mu

Yang mencintai-Mu karena hanya Kau

Yang menjadi Kekasihnya 

Dan Yang pantas dicintai,

Tuhan Yang Maha Esa,

Pemilik dan Tujuan cinta?

Ow, aku tak sanggup, Tuhan

Aku tak sanggup seperti kekasih-Mu,

Muhammad shalluu wa sallimu 'alaihi,

Yang memikirkan nasib umatnya kelak

Padahal tlah Kaupilih ia jadi kekasih-Mu

Dan tlah Kaujamin ia sejak azali

Pun bagi seluruh umat yang mentaatinya

Tapi ia tak egois, bahkan GEGANA

GELISAH-GALAU-MERANA

Hingga jelang akhir hidupnya

Karena khawatir tak sua umatnya di surga

Sungguh aneh!

...

Sungguh tak layak kubanding-sandingkan

Kisah rokok-ku dengan tarikh Nabi SAW 

...

Hamba memohon hidayah-inayah-Mu:

Sanggupkan hamba tuk tiru perihidupnya,

Kuatkan, dan ingat-karibkan hamba terus 

Perihal cara mencintai juga dekati-Mu,

Sehingga Kau berkenan mencintaiku

Aamiin

Ow, ternyata

Aku belum bisa mencintainya

Meski aku berhasil berhenti merokok

Karena malu ketika kenang perjuangannya

Ujungberung@26.03.2023


...


#29 TENTANG ROKOK #Persis #Percis Persis yang ditanyakan kolega ayah kepada ayahku: Sudah punya apa tidak merokok itu? Sudah kebeli apa tidak merokok itu? Aku tidak tahu jawaban ayah ... Sementara kepadaku: Sudah punya apa berhenti merokok itu? Sudah kebeli apa berhenti merokok itu? Sebenarnya sudah kujawab Begitu detail-sistematis-kronologis Begitu sering di berbagai ruwak, Ruang dan waktu Tapi barangkali karena manusia kiwari Begitu mahasibuk--versi dirinya: #S3 = sok sibuk sendiri, sehingga Lamur, ketlingsut, kecele Mana yang urgen Mana yang signifikan, maka Kujawab lagi sebagai Syuhadaa-u 'alan-naas, semoga Bukan ria, riya', tapi Pure sebuah kesaksian, Mempersaksikan kepada manusia Bahwa aku hanya punya bibir Yang mulai basah mengingat-Nya, Sedangkan kemarin: Hanya ada #Rokok yang begitu setia Menempel di bibirku #Duh Ujungberung@14.06.2023, 03.59

#30 TENTANG ROKOK
Kalo #rokok itu #mantulity tentu sudah kausuruh istrimu, partner hidupmu, untuk merokok ...
Kalo #merokok itu #mantul tentu sudah kaulatih anakmu, generasi penerusmu, sejak dini ...

Karena itu, sayangi mereka kalo dirimu tak kausayangi dengan jauhkan dirimu dan asap rokokmu dari mereka
Tetapi sungguh, mereka menyayangimu ...
Apakah kautega jadikan mereka korbanmu, wahai #perokok?!

Ujungberung@19.07.2023
= 1 Muharram 1445 H


#31 TENTANG ROKOK
Yang paling logis
Yang paling adil
Kamu #merokok  di dalam botol tertutup
Enak, enak sendiri
Pengap, pengap sendiri
Takkan rugikan orang sekitar
Takkan ada yang protes ke kamu
#cius #Terimakasih
Ujungberung@21.07.2023


#32 TENTANG ROKOK
Suatu hari kelak
Jika kamu merasa harus merokok
Meski diri dan sikon tak kondusif
Serta berlangsung terus-menerus
Maka kamu telah dijajah rokok
Alias telah diperdayai rokok
Jika kamu tak menyadarinya
Wajar, karena itulah candu
Ya, rokok itu candu
Candu itu menjajah
Rokok itu penjajah ...
Maka ingatlah hari-hari
Di mana dan sejak kapan kamu
Mulai dan mengapa merokok
Jika kamu telah mengingatnya
Berhentilah merokok
Karena itulah hari kebebasanmu
Dan angkatlah dirimu sebagai pahlawan
Sungguh, hanya segelintir
Yang mau dan mampu jadi pahlawan
Ujungberung@05.08.2023


Minggu, 26 Juni 2016

Manfaat Tembakau Banyak, Manfaat Rokok?


















Esai untuk 31 Mei: Hari Tanpa Tembakau Internasional; 21 Juni: Hari Krida Pertanian; dan 26 Juni: Hari Anti-Narkoba

Di Google, ketik “manfaat guna tembakau” diperoleh “About 257,000 results (0.44 seconds)”; kemudian, ketik “manfaat guna rokok” diperoleh “About 641,000 results (0.47 seconds)”. Wow, jadi lebih banyak manfaat rokok daripada tembakau? Masing-masing ke-8 situs di antaranya, saya buka dan saya bikin anotasi berikut:

1.      Selain bahan untuk rokok, manfaat tembakau (Arab: tabbaq, Inggris: tobacco, Sunda: bako) adalah: (1) menghasilkan protein antikanker; (2) melepaskan gigitan lintah; (3) obat antidiabetes dan antibodi; (4) anti-radang; (5) obat HIV/AIDS; (6) pemeliharaan kesehatan ternak; (7) penghilang embun; (8) obat luka; (9) sebagai biofuel; (10) bisnis tembakau; (11) obat nyamuk; (12) obat kutu yang ada pada tanaman; (13) mengusir ulat pada tanaman; (14) mengatasi hama lipan; (15) sebagai pengusir laba-laba; (16) mengurangi bisa gigitan; (17) bahan campuran untuk obat pilek dan pasta gigi (18) mencegah penyakit pada daerah wabah; (19) menghasilkan melanin bagi manusia; (20) obat anti-inflamasi dan autoimun; (21) secara umum, menurut situs http://www.firdaus45.com/2015/04/manfaat-tembakau-dibalik-bahaya-merokok.html, di kalangan medis (manusia dan hewan) digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat, sedangkan di kalangan pertanian digunakan sebagai bahan pembuatan pestisida; serta (22) situs http://www.amazine.co/6036/tips-berkebun-7-manfaat-tembakau-untuk-tanaman/ menunjukkan kiat-praktik pemanfaatan tembakau sebagai pestisida di kebun atau di rumah.
2.      Adapun manfaat rokok (Arab: dukhaan/sijaar, Inggris: cigarette, Sunda: udud/roko) atau merokok (to smoke) adalah: (1) lihat situs https://indocropcircles.wordpress.com/2014/06/30/10-manfaat-rokok-bagi-kesehatan-manusia/, saya rekomendasikan baca ini karena lumayan fair, meskipun untuk yang serius diperlukan penelitian lanjutan seperti dengan riset partisipatoris, uji lab, dan uji sosial (survei pro-kontra rokok/merokok di masyarakat kita); (2) situs http://www.kompasiana.com/carlorossano/8-manfaat-rokok-yang-mengagumkan_54f95de4a333112b058b4d58, menyebutkan delapan manfaat rokok/merokok untuk kesehatan; (3) situs http://www.jendelacito.info/2014/03/sisi-positif-rokok-bagi-kesehatan.html menyebutkan lima sisi positif rokok bagi kesehatan; (4) situs http://www.kompasiana.com/membunuhindonesia/manfaat-tembakau-yang-disembunyikan_5529e6f46ea8345973552cfd ini, meskipun berjudul ‘tembakau’, justru mengurai manfaat rokok/merokok, (5) situs http://alimustakim.heck.in/manfaat-dan-kegunaan-abu-rokok-atau-latu.xhtml menginformasikan manfaat dan kegunaan abu rokok, yakni untuk: mengkilapkan batu akik, memurnikan air, menggososk emas, membersihkan alat dapur , membersihkan mebel, membersihkan kaca, membuat bibit tahan lama, dan menyuburkan tanah; sedangkan (6) situs-situs lainnya berisi sekadar lucu-lucuan atau humor belaka, meskipun dengan judul manfaat rokok bagi manusia (baca: perokok)!
3.      Nah, hihi, menurut situs http://manfaat.co.id/manfaat-tembakau, tiga perempat dari orang di seluruh dunia tidak tahu perbedaan antara ‘tembakau’ dan ‘rokok’. Padahal, perbedaan yang mendasar, pertama, tembakau ditanam di pertanian sementara rokok diproduksi di pabrik; dan kedua, tembakau dapat dikunyah dan dimakan seperti sayuran, sedangkan orang merokok pasti berbahaya untuk kesehatan. Kemudian sebuah situs mengabarkan, menurut Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar 100 negara tercatat sebagai penghasil tembakau terbesar di dunia. Pada tahun 2007, jumlah produksi tembakau dunia mencapai 6,5 juta ton. Negara yang diketahui sebagai produsen atau pemasok tembakau terbesar dunia, adalah: (1) China, (2) Brazil, (3) India, (4) Amerika Serikat, (5) Argentina, dan (6) Indonesia. Di Indonesia, tembakau merupakan salah satu komoditas terpenting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri tembakau dari hulu ke hilir telah melibatkan jutaan tenaga kerja. Tahun 2011, pemerintah mengantongi pendapatan dari cukai rokok, salah satu produk dari tembakau, sebesar Rp 70 triliun. Pada tahun 2007, Indonesia menjadi negara ke-6 penghasil tembakau terbesar dunia dengan  jumlah produksi tembakau sebesar 164.851 ton. Hasil panen tembakau di Indonesia mampu menyumbang 2,67 % daun tembakau dari pasokan global. Namun, jumlah produksi tersebut bukanlah angka tertinggi selama 20 tahun terakhir. Tahun 2001 produksi tembakau Indonesia mencapai 200 ribu ton lebih, padahal permintaan tembakau dalam negeri terus meningkat! (lihat situs: http://topflavors.blogspot.co.id/2016/05/6-negara-produsen-tembakau-terbesar_31.html).


Mari Berhenti Merokok dan Cari Solusi untuk Tembakau
MOHON MAAF saya selingkuh (merokok lagi) karena …
Testimoni saya berhenti merokok selama 17 hari: SEGER-ENERGIK. Mengapa merokok lagi? Karena …
Kemarin, saya mengajak berhenti merokok itu karena saya sudah berhenti merokok (Itu rekor berhenti ter-hebat saya sejak merokok sekitar 35 tahun-an). Ketika, kini, saya menjadi perokok lagi, saya tidak mengajak untuk merokok. Justru seperti kemarin-kemarin ketika saya jadi perokok, di ketika serius, saya bersikap gini:
1.      Bab ‘rokok’, sebenarnya, saya no comment karena seperti self-explanatory, seperti taken for granted, dan jangan saling mengganggu. Nah, ketika ada yang mengganggu, silakan saling mengganggu dengan catatan: konvergen, tidak divergen. ‘Mengganggu’ di sini sudah ‘hukum alam’, yakni ada pro-kontra dan saya berbaik sangka: para pihak ini SEPAKAT bahwa gangguan itu tidak melibatkan pihak ketiga, sebutlah bayi yang belum bisa mengatur nafasnya. Di sini, perokok pun kan pentung perokok yang berani embuskan asap rokok ke bayi itu!
2.      Saya setuju, perokok itu harus merokok seperti di poster Puskesmas: dalam botol tertutup; seperti jin di dalam lampu Aladin: enak sendiri, pengap sendiri, dan mati sendiri! Saya tegur perokok di angkot ketika ada bayi, ibu-ibu, atau yang terganggu tapi sungkan menegur. Saya tidak merokok di area dilarang merokok. Saya pernah ingatkan koran regional yang beroplah terbesar kedua di provinsi karena pasang iklan rokok yang gede di halaman muka. Saya tidak pernah menyuruh anak kecil untuk belikan rokok. Saya pun matikan rokok ketika ada anak kecil menghampiri saya dan memang merokok jadi tidak nikmat kalau ada anak kecil!
3.      Di status FB, saya menulis: “gara2 FB-an, alhamdulillaah, bisa berhenti merokok …” Ya, karena di status grup-grup FB yang lain, saya sering menulis ‘kebaikan’; sedangkan merokok adalah ‘kejahatan’ atau ‘si abu’; maka saya ingin kejelasan: berhentilah merokok atau jangan merokok! Saya pun ungkap kronologi interaksi saya dengan rokok. Menurut saya, itu fair. Ada positif, ada negatif; bahkan saya ajukan feed-back: Yuk, kita cari solusi agar tembakau tidak sekadar untuk bahan rokok!

Ketika dulu merokok dan kini merokok lagi, menurut saya, hal-hal berikut ini pun MENGGANGGU (gelitik-i) saya, apalagi bagi civitas anti-rokok. Mari buka-buka-an, jujur-jujuran:

1.      Tiga orang terkaya di Indonesia 2015-2016 itu orang rokok (Djarum, Djarum, dan Gudang Garam), perokok-kah? (lihat situs, misalnya: http://www.forbes.com/indonesia-billionaires/list/#tab:overall; http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/16/03/02/o3egjw377-ini-10-orang-terkaya-di-indonesia-2016-versi-forbes; http://ilmupengetahuanumum.com/10-orang-terkaya-di-indonesia-2015/; dan http://ilmupengetahuanumum.com/10-orang-terkaya-di-indonesia-2016-versi-forbes/).
2.      Rokok menjadi sponsor siaran langsung sepakbola internasional, perokok-kah pemilik stasiun televisi swasta nasional itu?
3.      Seingat saya, ada tiga contoh relasi yang ‘diuntungkan’ rokok: (a) anti-rokok, naik haji, dan lupa bahwa item di warungnya yang paling laku adalah rokok; (b) perokok, akrab dengan pembeli karena sesama perokok, naik haji, pulang haji berhenti merokok, dan warungnya menjadi sepi, tak lama bangkrut; serta (c) anti-rokok hingga kini dan ketika kuliah dapat beasiswa dari rokok.
4.      Stiker canda, misal: “Sejak saya membaca artikel tentang bahaya merokok, saya berhenti membaca!” Nah, ini harus dilayani dengan ‘canda’ lagi karena ‘bahaya’ kok dicanda-in!
5.      Iklan rokok yang ‘hebat’ (jagoan, pemberani, orang sukses, penuh kekompakan, atau penuh keceriaan) itu harus dilawan dengan iklan anti-rokok yang ‘hebat’ pula!
6.      Memang ndak ada sponsor lain, buat pendidikan dan olahraga, kok sponsornya dari rokok? (seperti beasiswa pendidikan, beasiswa diklat, sponsor olahraga sepakbola, badminton, motocross, …, bahkan untuk pesantren, lihat situs: http://majalah.hidayatullah.com/2010/07/kala-rokok-membelit-kaum-sarungan/, situs ini secara tidak langsung menyarankan kita untuk cek situs http://legacy.library.ucsf.edu dan http://bat.library.ucsf.edu karena disinyalir terdapat dokumen-dokumen di AS yang menunjukkan adanya makar industri rokok; di RI?).
7.      Saya memohon kepada Presiden RI, Bapak Jokowi, untuk tidak ragu menandatangani atau menetapkan regulasi pengendalian tembakau, apalagi untuk rokok karena rokok TERBUKTI membunuh secara perlahan-lahan, terutama untuk mengantisipasi efek negatif bagi generasi penerus (yang muda dan anak-anak) kita; sedangkan ‘pembatasan’ tembakau adalah alih-fungsi tembakau TIDAK sekadar bahan rokok, tetapi tembakau difungsikan sebagai bahan medis atau pertanian (lihat misalnya: http://www.republika.co.id/berita/en/national-politics/15/06/01/np9d7n-cigarette-smoking-kills-600-thousand-people-every-year; http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/07/22/nrw7e0-regulasi-rokok-di-indonesia-tak-mampu-lindungi-anak; atau http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/16/06/14/o8r4md382-jokowi-tak-mau-ikutikutan-tanda-tangani-konvensi-pengendalian-tembakau).
8.      Sebenarnya, rokok itu pahlawan atau biang kerok di negeri ini? Di sini perlu data riil dari seluruh stakeholder, minimalnya dari perspektif kesehatan dan ekonomi. Bisa jadi argumen yang muncul, misalnya: “Ya, menguntungkan secara ekonomi, tapi kerugian kesehatan lebih besar.” Nah, lho?
9.      Jadi, kembali ke masalah self-explanatory, khususnya dari perspektif perokok: Perokok itu pahlawan kesiangan, biar puas, pahlawan konyol! Layaknya pahlawan, ia mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang banyak; layaknya pahlawan, pengorbanannya itu jangan dibilang-bilang; maka, layaknya pahlawan budiman, jangan mengorbankan orang lain apalagi kekasihnya; merokoklah di dalam botol seperti poster di Puskesmas: enak sendiri, pengap sendiri, dan mati sendiri … Namun, perokok pun punya kekasih yang diharapkannya membantunya untuk berhenti merokok. Kekasihnya itu begitu mencintai perokok, sehingga perokok tahu diri bahwa dirinya dicintai dan bertanya sendiri: masak kekasihku kalah oleh rokok? Perokok pun punya bangsa-negara dan bangsa-negaranya ini kompak-menyepakati dan memerangi bahwa rokok adalah musuh bersama!
10.  Ini kisah ibu saya yang saya saksikan berhasil membuat bapak tiri berhenti merokok. Ibu saya pun merokok. Bapak tiri bingung, kok kekasihnya jadi perokok … Dia pun berhenti merokok, apalagi ibu saya yang sekadar ‘menantang’ (Sunda: nyungkun; Inggris: hoax? Arab: istidraj) bapak tiri.
11.  Slogan “Hari Tanpa Tembakau Internasional/Sedunia” itu SALAH BESAR; seharusnya: “Hari Tanpa Rokok Sedunia”; atau “No Smoking”, mengapa tidak “No Cigarette”, mungkinkah?
12.  Saya pun ‘menyaksikan’, rokok,  miras, atau dugem begitu dekat dengan dunia narkoba (narkotika dan obat/bahan berbahaya). Setiap hari, menurut BNN, 50 orang mati gara-gara mengonsumsi narkoba di negeri ini. Sungguh hidup yang sia-sia … Na’uudzubillaahimindzaalik, aamiin.


Karena itu, mari berhenti merokok dan cari solusi untuk tembakau, sehingga bukan sekadar bahan untuk rokok dan orang tembakau (petani) pun tidak dirugikan. Mungkin, tembakau harus di-industrialisasi untuk medis dan pertanian seperti industri rokok yang merambah ke berbagai ranah kehidupan kita.
Nah, bapak dan ibu guru, apa yang akan kita ajarkan kepada murid di kelas kalau murid kita tahunya dari iklan bahwa perokok itu orang hebat dan mereka tahu bahaya rokok dari hasil membaca; setelah itu, mereka berhenti membaca?
Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan (QS 3: 191, Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia). Soal ‘tembakau’ pun, kita masih pro-kontra. Ya, gitu dech, ramainya dunia …

Aluzar Azhar, perokok yang mengimbau tidak merokok!

Bandung, 20160623, 23.53.