Balad OMO

Tampilkan postingan dengan label awas titipan narkoba di mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label awas titipan narkoba di mudik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2016

Anti-Narkoba



Menyambut 26 Juni: Hari Anti-Narkoba.

Anti itu melawan, menentang, memusuhi; tidak setuju, tidak suka, atau tidak senang. narkoba itu narkotika dan obat/bahan berbahaya atau napza: narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. KITA Anti-Narkoba!

Di Lapas, masih bisa ngonsumsi narkoba; malah masih bisa mengatur peredaran, perdagangan, bahkan lalu-lintas narkoba; maka BNN pun miris, apalagi kita. Menjelang musim mudik Lebaran ini, kita apresiasi kiat Yang Berwajib akan merazia bawa-an pemudik karena dikhawatirkan ada ‘titipan’ narkoba.

Mungkin, narkoba itu NIKMAT bagi yang berduit; bagi yang stres; bagi yang frustasi; atau bagi yang lupa diri, meski sesaat. CILAKA bagi yang tidak berduit; terus nyandu; terus nekat; terus nyuri; terus anarkis; terus jadi Iblis yang PASTI akan mencelakakan kita (manusia) dan abadi. Jadi, bukan sekadar pemakai lagi, tapi menjadi pengedar, bahkan produsen (bandar). Iblis itu TIDAK MENGERIKAN; dia/ia itu ganteng/cantik; dia/ia itu pintar; makanya kita slalu tergoda, bahkan tanpa rayuannya lagi pun, kelak, kita manut mengikutinya jika kita TIDAK BERIMAN.

Melawan Iblis adalah perlawanan sepanjang masa; perlawanan yang ekuivalen dengan fluktuasinya keberimanan kita. Melawan atau anti-narkoba, sesungguhnya, adalah melawan diri-sendiri karena begitu pintarnya Iblis (baca: mereka, para pemakai, pengedar, dan produsen), sehingga kita tidak sadar telah mendukung hajat mereka. Misalnya, kita biarkan kawan atau relasi kita mengonsumsi narkoba; kita jadi segan jika kita tegur dengan asumsi bahwa kita akan dikucilkan olehnya atau oleh komunitas itu. Dengan iman, jauhi saja kawan itu; atau justru dengan iman, kita tegur kawan itu, kita ingatkan bahwa narkoba banyak madaratnya, banyak negatifnya yang akan berimbas ke kita juga!

Anti-narkoba adalah anti-mafia karena narkoba dikonsumsi, beredar, atau diproduksi tidak oleh perorangan; pasti oleh kelompok, oleh sindikat; pasti banyak pihak yang terlibat. Karena itu, anti-narkoba adalah kerja bersama, kerja bangsa, bahkan kerja sedunia. WOW, network-nya menggurita; manifesnya vicious circle; dikarenakan iming-iming menggiurkan: untung yang melimpah dalam waktu singkat!

Mengapa kita anti-narkoba? Karena narkoba membunuh massal, genosida generasi. Kita masygul, mereka pun menyasar generasi muda, bahkan anak-anak kita, yang nota-bene generasi labil. Sementara generasi muda adalah generasi penerus bangsa, calon pemimpin masa depan. Sungguh bom waktu, tinggal menunggu kehancuran sebuah bangsa/negara jika kita biarkan.

Narkoba, mereka kemas dengan segala cara; dengan segala rupa; kasat mata dan menarik. Itulah kerja Iblis!
Sungguh banyak jalan menuju narkoba. Sebutlah atas nama kebutuhan pokok kita (makanan-minuman), kesenangan (dugem), atau atas nama solidaritas ‘pertemanan’ kita. Yang mulai kentara cepat nyambung dengan narkoba adalah melalui rokok dan miras, apalagi suka ber-dugem … Trust me!

Mengapa kita care? Karena, kata BNN, setiap hari di RI ini 50 orang mati gara-gara mengonsumsi narkoba. Sungguh hidup yang sia-sia! Karena itu, sebagai kawan, sebagai saudara sebangsa setanah-air, yuk jauhi narkoba, kita bantai, kita babat habis narkoba ke akar-akarnya, yakni menyadarkan diri bahwa narkoba itu kerja Iblis; Iblis itu musuh yang nyata bagi kita; dan narkoba itu membunuh kita; sedangkan kita ialah doa ibu-bapak; andalan keluarga; harapan bangsa; calon pemimpin negeri ini; dan wakil Tuhan di bumi ini. Begitu banyak yang mencintai kita. Cintailah diri, jangan tergoda Iblis, jauhilah narkoba! Say "No!" to drugs, dadah narkoba!



Ayolah Garuda

narkoba
narikan roko batur
[nerima rokok orang lain]
narik kolor batur
[perosotin CD orang lain]
sedangkan menurut wikipedia,
narkotika dan obat/bahan berbahaya atau
napza: narkotika, psikotropika, dan zat adiktif

sudah tau bahaya
masih juga dicoba
sudah tau candu
masih juga digugu
sudah tau mudarat
carilah selamat!

ayolah garuda, jangan sia-siakan
hidup sebelum matimu
sehat sebelum sakitmu
kaya sebelum miskinmu
sempat sebelum sempitmu
muda sebelum tuamu

ayolah garuda, kamu
ialah zigot yang terpilih dari berjuta saudaramu
ialah doa ibu-bapakmu
ialah andalan keluargamu
ialah harapan bangsamu
ialah calon pemimpin negerimu
ialah wakil Tuhanmu

ayolah garuda,
bergeraklah, berkaryalah
terbanglah, berimanlah
awasi kami, jaga KITA

20160421 @Ujungberung


Ayolah brobray, kaduhung mah tara ti heula (Sunda: menyesal itu tidak pernah di depan)!


















Bandung, 20160624, 03.59.