Balad OMO

Kamis, 21 September 2017

Akulah 'Umar

Aku ‘Umar
Kehadiranku dibenci
Ketiadaanku dirindukan

Akulah yang memikul karung gandum dari Baitul Maal
Karena rakyatku menanak batu
Akulah yang paling bertanggung jawab
Bukan tetangganya, bukan Ketua RT-nya, …
Bukan saudara sedarahnya

Akulah yang meniup cempor
Jika anakku curhat di malam hari
Karena minyak milik umat, tuanku

Bajuku dua
Yang satu kotor, kucuci sendiri
Yang kedua kupakai
Memang, aku masih kalah oleh Tsa’labah
Yang gantian pakai dengan istrinya

Akulah yang mengirim tulang ke bawahanku
Kugores lurus dengan pedangku
Gubernurku adil, minoritas sukarela

Yang bilang: “Kekasih Allah wafat”
Kan berkenalan dengan pedangku!
Tapi seniorku, orang jujur, bilang:
“Sembahlah Sang Abadi (al-Baaqii)!”

Kuluaskan silaturahmiku ke Afrika, ke Eropa
Meski panglimaku kupecat biar ada regenerasi
Kita fastabiqul khairaat
Dia berperang bukan karena ‘Umar
Kita berperang karena ar-Rahmaan ar-Rahiim
Apakah aku atau adakah setelahku menjadi Penjajah?

Kucium si Batu Hitam
Meski kutahu setahu-tahunya
Meski kusadar sesadar-sadarnya
Dia tak beri manfaat sedebu pun
Tetapi kekasihku beri teladan
Aku sami’naa wa atha’naa

Konon, ada yang riwayatkan
Perilakuku paling lembut, tapi pukulanku paling keras
Aku berjalan, berpapasan, setan pun minggir
Konon, aku digelari “al-Faruq”

Duh, Gusti
Aku kubur hidup-hidup buah hati mar’ah-ku
Aku tampar adik kandung perempuanku
Aku sanggup hadapi puluhan bahkan ratusan laki-laki
Tapi Kau, Pemilik Nama-nama Baik, kirimkan Thaahaa
Berkat request  kekasih-Mu, kekasihku jua
Aku tertunduk, malu, hina

Hm,
Aku ditusuk belati dari belakang
Ketika aku memimpin shalat Subuh
Aku tersungkur … dan aku bersyukur
Begitu merindu sua kekasih sejak belia
Menjadi pesaing terberat ketika muda
Begitu cemburu kepadanya
Karena hanya dia, kekasih-Mu

Aku ‘Umar
Kehadiranku dibenci
Ketiadaanku dirindukan

Ujungberung, 20170920, 11.38

c.q. Draf epik seorang Sahabat r.a., harus di-review (diadakan riset ulang) … dan kutitipkan semua yang kutinggalkan; kaujagalah semua yang mesti kaujaga (“Ikrar” Iwan Fals).

Selasa, 29 Agustus 2017

Pesan Nabi (Lagu)

Hidup dan Pesan Nabi
(V: Bimbo, C: Taufiq Ismail)

Hidup bagaikan garis lurus tak pernah kembali ke masa yang lalu
Hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung dan tiada pangkal

Hidup ini melangkah terus semakin mendekat ke titik terakhir
Setiap langkah hilanglah jatah menikmati hidup nikmati dunia

(*)
Pesan Nabi tentang mati
Jangan takut mati karena pasti terjadi
Setiap insan pasti mati
Hanya soal waktu

Pesan Nabi tentang mati
Janganlah minta mati datang kepadamu
Dan janganlah kau berbuat
Menyebabkan mati

(Instr.)

Tiga rahasia Ilahi yang berkaitan dengan hidup manusia
Kesatu tentang kelahiran
Kedua pernikahan
Ketiga kematian

Penuhi hidup dengan cinta
Ingatkan diri saat untuk berpisah
Tegakkan shalat lima waktu
Dan ingatkan diri saat dishalatkan

back to (*)

Koor:
Pesan Nabi jangan takut mati
Meski kausembunyi dia menghampiri
Takutlah pada kehidupan sesudah kaumati
Renungkanlah itu

Pesan Nabi jangan takut mati
Meski kausembunyi dia menghampiri
Takutlah pada kehidupan sesudah kaumati
Renungkanlah itu

Coda:

(*)

Minggu, 06 Agustus 2017

Mengapa Iqti?



kamu bilang facebook, twitter, instagram, atawa WA itu oknum
kamu bilang google, youtube, atawa live streaming itu penyamun
kamu sendiri pakai sebagai media selingkuh atawa alat korupsimu
kamu sendiri beli-in gawai ke anak-cucu karena kesibukanmu
jadi jangan bilang anu-anu kalau kamu sendiri ialah vektor
jadi jangan bilang ini-itu kalau kamu sendiri ialah aktor
mungkin yang harus kita bilang adalah sesuatu itu punya dua sisi
mungkin yang harus kita bilang adalah sebuah itu punya dua arti
tinggal kembali ke benakmu: suci atawa mesum
tinggal kembali ke perspektifmu: positif atawa negatif

ujungberung, 20170806, 21.36

c.q. menjaga harmoni hidup (‘Ali bin Abi Thalib r.a.: Kejahatan terorganisir dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir).

Rabu, 02 Agustus 2017

Bekal Hidup Abadi

alhamdulillaahirabbil’aalamiin, semua #berlomba_kebaikan: dg amal jariah-nya, dg ilmu bermanfaat-nya, dan menjelma anak saleh = #tiga_amal_tak_terputus meski KITA mati.

@Relisa 20170730, 16.54

Minggu, 23 Juli 2017

Cius

Brobray, mengapa c sy cius ber-online? Karena #tukang_seblak omong ke c sy: “Mengapa anak-remaja, ABG kita lebih percaya kepada #google atawa #youtube daripada kepada #ortu atawa #MUI?” Karena kata’y: “google atawa youtube lebih rajin #update_status daripada ortu atawa MUI!” #tet_tew!! apalagi kinerja sistemik produsen porno, narkoba, mafia pungli-korupsi, … Tengs, brow …

@hari_anak_nasional