Balad OMO

Senin, 15 Januari 2018

Puisi | Noktah (Dot)

duh Gusti
hamba bukan manusia suci
pasti sering terjadi
secuil khilaf
setitik salah
segumpal dosa
Kau pun tak sanggup bantu
sampaikan maaf kepada bumi
betapa nganga luka
betapa pedih rasa
sakit hati
mengubah hala
meluluh cita
mencipta cinta jadi benci
hm, nila setitik rusak susu sebelanga
sempatkan hamba …

duhai handai
tak layak kuterima maafmu
karena tak sanggup ku-ulang waktu
tak pantas kaupeluk aku
karena ragaku berdebu …
semoga Tuhan berkenan
kirim kalbu baik sangkaan
ganti hati sucikan perasaan
penuh pengertian sebagai insan
salah dan lupa sebagai kediaman
mohon dimaafkan, kawan …


Ujungberung, 20180115, 04.11

Sabtu, 13 Januari 2018

Puisi | Politik Kita

Politik itu Ibu
Politik itu …
BAPAK!
Aku berangkat, Bapak kasih uang
Bapak datang, kita iuran
Kapan kita jadi Bapak?

Politik itu kontrak
Politik itu ...
DUIT!
Ka U De
Ketua untung duluan
U U De
Ujung-ujungnya duit
Ka U Ha Pe
Kasih uang habis perkara
Politik itu AIDS
Aku ingin duit sekarang
DUIT itu …
Dukung untuk intrik tercinta!

Politik itu bank
Politik itu bank keliling
Politik itu bangsat ...
Bangsa ini sekarat!

Buka KBBI!
Ada Dagang Sapi
Ada Burung Unta
Ada tawar-menawar
Ada bahaya, tapi tutup mata
Maka buka keran!

Politik itu kotor
Agama itu suci
Jangan diobok-obok!
Heuheu, kita taat pemimpin
Disuruh siapa?
Kita bermusyawarah
Disuruh siapa?

Politik tak mengenal mahar
Itu cuma biaya operasional
Saksi juga perlu makan
Cincaylah …
Politik itu rahasia umum
Bukan transaksional
Karena ini pesta demokrasi
Ini pesta rakyat!
Rakyat mana, Bung?

Politik itu dakwah
Biar hidup berkah
Politik itu santun
Jadi kinerja halimun
Politikus itu, ya TIKUS!
Olwes woles …
Sebarkan pisss
Sebarkan kedamaian
Untunglah ada Pancasila
Semua ngaku paling pancasilais!

Orang baik harus terjun ke politik
Kalau tidak, orang jahat yang taktik
Orang baik jadi penjahat
Karena wabah muslihat
Berarti tanpa siasat
Berarti tak amanat
Orang baik jangan ikut sistem
Ya itu, jangan kurang asem!

Politik itu licik
Politikus itu cilik
Kecuali politik itu adiluhung
Kecuali politikus itu agung
Semoga bukan di komik


Ujungberung, 20180113, 05.31.

Kamis, 11 Januari 2018

Hai, Isa putra Maryam dan Bani Israil

Qs 5: 110, (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruh Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak (penyakit kulit berupa belang-belang putih) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”

Qs 61: 6, Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya ‘Ahmad’ (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”

Ujungberung, 20180111, 13.13.
c.q. Qs = Quran surat ke-.

n.b. Jika ada klaim nabi setelah Isa a.s. itu ‘Ahmad’ (Mirza Ghulam Ahmad = Ahmadiyah), silakan buktikan kenabiannya (an-nubuwwat, prophetical); dan klaim itu bukan menurut sendiri, tetapi menurut dunia. Inilah maksud beragama itu bagi orang yang berakal, tetapi tidak semua bisa diakali karena omong agama itu yang muncul adalah emosi (keyakinan). Ya, ‘hati’ yang akan berbicara, cepat atau lambat; dan ini hak prerogatif Tuhan (Allah SWT).

Sabtu, 16 Desember 2017

Ini Mah Rahasia Umum

Bukan Rahasia (lagu Dewa 2002, vokal: Once)
(intro : A E A E)

 A                              E
Bukan rahasia bila segenggam kekuasaan
 A                                    E
Lebih berharga dari sekeranjang kebenaran
 A                              E
Bukan rahasia bila penguasa pun bisa
 A                                    E
Merubah sejarah dan memutarbalikkan fakta
F#m                    C#m
Bukan rahasia bila aku adalah seorang pemimpi
  B                            A
Dan aku bukanlah satu-satunya di dunia ini

 A                              E
Bukan rahasia bila kehidupan di dunia
 A                                      E
Hanyalah permainan dan senda gurau belaka
F#m                    C#m
Bukan rahasia bila aku adalah seorang pemimpi
  B                            A
Dan aku bukanlah satu-satunya di dunia ini

Reff:
           E        G#m
Bukan rahasia bila aku …
           C#m             C   B
Menginginkanmu setengah mati
           E        G#m
Bukan rahasia bila aku …
          C#m              C   B
Menunggu kamu sampai kaumau
           A
Bukan rahasia …

(interlude : A E A E)

 A                       E
Bukan rahasia bila imajinasi
 A                                E
Lebih berarti dari sekedar ilmu pasti
F#m                    C#m
Bukan rahasia bila aku adalah seorang pemimpi
  B                            A    
Dan aku bukanlah satu-satunya di dunia ini

(balik ke Reff 2x)
(coda : A)



#Anotasi:
_Bukan rahasia bila segenggam kekuasaan_
_Lebih berharga dari sekeranjang kebenaran_
Sudah dua ‘ikhwan’ yang omong  seperti itu: (1) “Setitik Kekuasaan akan mengalahkan setumpuk Kebenaran!” dan (2) “Sebaik-baik dakwah adalah dengan Kekuasaan!”
#Hm, ‘pasti’ ada dalil-nya; kalo  dari Allah SWT, kita sami’naa wa atha’naa; tetapi kalo dari Hadis, kita cek dulu #status Hadis-nya … (silakan #yang_berwenang urun rembuk, terima kasih).
Kalau seingat-setahu saya (mohon diingatkan-diberi tahu, terima kasih), kriteria #cara_sukses ‘level’ manusia itu #kebaikan, bukan kekuasaan atau kebenaran, karena manusia yang paling mulia ialah yang paling takwa (Quran) atau manusia terbaik itu yang paling bermanfaat bagi manusia lain (Hadis).

_Bukan rahasia bila penguasa pun bisa_
_Merubah sejarah dan memutarbalikkan fakta_
Ya, ganti #rezim, ganti keinginan …
#Mari_saling_ingatkan: Penjajah KITA (Portugis, Belanda-Sekutu, dan Jepang) t’lah sukses mengobok-obok #akar_sejarah kita … Kata ‘Minggu’ dari Portugis loh. Pusat studi perihal kita di Belanda loh. Jepang itu ‘Kakak’ kita loh
Mari kita #luruskan: gelar ‘haji’ … panggilan ‘ekstremis’ atawa ‘radikalis’ serta supata (Sunda: kutukan) bahwa kita bermental ‘tempe’ … ITU dari Belanda!!!
KITA bukan ingin balas dendam, tetapi kita ingin mengabarkan kepada anak-cucu kita bahwa sejarah kita telah dijungkirbalikkan oleh MEREKA!
Yang #hebat, ‘metode’ menjajah mereka bukan via militer saja, tetapi via politik ‘etis’ (kata mereka: #pendidikan ‘beradab’), maka Aceh berhasil dipecah, pulau Jawa dininabobokan sebagai feodalis-sinkretis, dan Saudara kita di Timur dihasut … Metode mereka yang paling terkenal adalah divide et impera … #sadis!
Kiwari (zaman now), setelah mengalami-melewati dua orde/era (Orde Baru ke Era Reformasi hingga kini), #podo_wae … Yang kentara bgt  di buku pelajaran “Sejarah Nasional” SD dst seperti PMP-PKn, PSPB, Kewiraan, … ada #revisi, hehe.
Ya terserah, da  nanti ge:  ganti #rezim, ganti keinginan …
Now, yang harus diantisipasi—sesungguhnya harus diatasi—adalah ‘serangan’ ‘triple F’  (food, fun, and fashion)  beserta derivasinya sebagai #senjata versi baru (konon, sejak 80-an). Ya, dengan senjata itu, mereka menjelma domba, padahal serigala, malah monyet yang jasmaninya diketahui multifungsi alias kemaruk!
Dan kita korban iklan, konsumen menggiurkan …; maka divide et impera  masih berlaku-didukung pula (#hajeuh!), meski dengan versi baru, seperti: diversifikasi, monopoli, monopsoni, oligopoli, dumping atas nama ‘nasionalisme’, atau komodifikasi alias sinkretisasi gaya baru … (#yang_berwenang tentu lebih mafhum, dimohon urun rembuk, terima kasih).
Saudaraku, kita dijajah via ekonomi!

_Bukan rahasia bila kehidupan di dunia_
_Hanyalah permainan dan senda gurau belaka_
Ya, lihat Q.s. 47: 36 dan 57: 20.

_Bukan rahasia bila imajinasi_
_Lebih berarti dari sekedar ilmu pasti_
Setuju! cincay-lah, semua bisa diatur … asal bapak senang …
Dengan #imajinasi ini, saya meyakini bahwa, pada mulanya dan seharusnya, setiap orang itu ialah filosof! Karena tugas pertama kita MEMBACA, tugas kedua MELAYANI, dan tugas ketiga MENCATAT. Apa yang tidak dipikirkan filosof, meski bersifat spekulatif? Di sinilah pentingnya agama!

_Bukan rahasia bila aku …_
_Menunggu kamu sampai kaumau_
Ya, apalagi malam Jum’at di musim penghujan ini, heuheu …
Tetapi #kemauan itu tidak bisa dipaksakan. Sesungguhnya #mau itu (hanya) hak Tuhan. Yang ndak  mau, ndak  sadar, disangkanya punya hak dan disangkanya tidak di-setting  Tuhan, wew!

_Bukan rahasia bila aku adalah seorang pemimpi_
_Dan aku bukanlah satu-satunya di dunia ini_
‘Mimpi’ itu bunga tidur alias ‘kerja’ atau ‘produk’ kita #ketika_tidak _sadar; otomatis tidak bisa dipakai sebagai ‘dalih’, apalagi sebagai ‘dalil’. Konon, orang-orang ‘suci’-lah yang berhak menafsirkan mimpi. Dalam perspektif Islam, yang berhak itu para Nabi; ini pun dengan catatan: atas petunjuk Tuhan!
Dalam realitas kehidupan sehari-hari, ‘mimpi’ dan menjadi ‘pemimpi’ (dreamer) seperti KEHARUSAN , #syarat to be a success man … to be somebody … “Gantungkan cita-citamu di langit!”
Memang di langit ada ‘gantungan’? Mungkin, maksudnya karena cita-cita itu sesuatu yang mulia, maka harus di tempatkan di tempat yang mulia juga (yang tinggi, langit); atau punya cita-cita itu harus tinggi, harus mulia, biar menjadi orang mulia; menjadi pejabat tinggi misalnya sehingga dihormati pejabat rendah … Mungkin lagi, dalam perspektif ‘taken for granted’,  bahwa di langit ‘ada’ Tuhan, ‘tempat’ Tuhan (?).
#Mimpi itu imajinasi, fantasi, atau khayalan, sehingga #pemimpi ialah pengkhayal? Ya, maka harus diwujudkan; maka harus segera bangun untuk mewujudkan ‘gambar’ dari alam tidak sadar kita itu; atawa  sekalian jangan pakai mimpi dan jangan jadi pemimpi, pakai saja yang #pasti, misal: dari pengalaman pribadi, pengetahuan dari bumi, atau dari doktrin agama.
Kenapa? Karena saya meyakini bahwa kehidupan di dunia ini #serbamungkin dan kehidupan di akhirat itu #serbapasti. Kepastian duniawi diperoleh seiring tumbuhnya kedewasaan (baca: tanggung jawab) kita; sedangkan kepastian ukhrawi diperoleh seiring tahu dirinya kita bahwa kita just  sebagai makhluk.
Nah, yang #terlalu ‘tahu diri’ mengatasnamakan diri sebagai humanis, eksistensialis, hedonis, pragmatis, bahkan ateis; maka jangan lecehkan HAM; jangan ganggu privasi orang, jangan persekusi atas nama Tuhan, … bla bla blahihi, padahal mereka ter-alienasi oleh dirinya sendiri, padahal mereka menuhankan dirinya sendiri! Capek  sendiri dech …
Ndak  percaya? Ini bukti di ke-tidak-sadar-an mereka:
_Is this the real life, is this just fantasy? … Easy come, easy go, will you let me go … Nothing realy matter, anyone can see; Nothing realy matter to me._
(Queen, “Bohemian Rhapsody”)
Lagu kesenangan atawa  kesedihan Freddie Mercury?
Lagu lainnya, misal:
_Loneliness is my hiding place_
(Queen, “Life Is Real [Song For Lennon]”, untuk John Lennon The Beatles)
Atau
_Di dalam keramaian aku masih merasa sepi_
(Dewa 2002, Ahmad Dhani, “Kosong”)

So, BroBray, kita mah  yang #pasti2_azza:  bukan mimpi, tapi cita-cita; bukan obsesi, tapi misi … seperti #teladan_kita; dia hanya manusia biasa; bukan ‘idola’ (etimologi dari bahasa Inggris: idol, ‘berhala’). Wa Allaah a’lam.


Ujungberung, 16 Desember 2017 @bulan maulid Nabi.