Balad OMO

Sabtu, 28 Januari 2017

Draf Cerpen Bidong 13

#bidong_13
kamu sudah diberi kesempatan oleh Tuhan, Bidong
kamu telah berbuat dosa besar tetapi Tuhan beri kamu kesempatan
dan kini kamu ingkari kesempatan itu
kamu berbuat dosa besar lagi: kamu tinggalkan kekasihmu!
kembalilah
kamu pun tahu: penyesalan itu slalu di akhir
di kala itu, aku pun tak dapat menolongmu


@proisi 20170128, 09.35

Kamis, 26 Januari 2017

Nyanyian Penipu

tapi aku bukan penipu
mana ada maling ngaku

tuhanku, aku bukan penipu
tuhan tak jawab
karena hati yang bicara
mengapa tak didengar

sungguh, aku bukan penipu
mengapa ada lagu:
Kuda lumping nasibnya nungging
Mencari makan terpontang-panting
Aku juga dianggap sinting
Sebenarnya siapa yang sinting?

nah lho
kamu kan penipu
kalau tak nipu
kamu tak nungging
kamu tak sinting

tuhan, sungguh bantu aku
aku bukan penipu
tuhan tak bantu
karena tuhan menjauh
karena diri menjauh

maka tinggal aku:
Nyanyi
Penipu menyanyi
Sebelum
Mereka mati
Sunyi
Hati sang penipu
Sebab
Tak bisa menipu diri sendiri

@Proisi 20170126, 21.22
c.q. lagu Iwan Fals & Swami II, “Kuda Lumping”

add. 'puisi' ini awalnya berjudul: "Penipu Ini Bernyanyi"

Jumat, 20 Januari 2017

Wahai Bidadari Surgaku

Baiklah, Bidadari Surgaku
Mari kembali mengeja cinta
Kebersamaan yang kita sepakati
Kebahagiaan yang kita idamkan

Atau biar kutanya lagi arti cintamu
Yang sesungguhnya tak perlu kaujawab
Karena apa yang kamu citakan
Adalah keniscayaan kita semua

Ya, siapa yang tak ingin bahagia
Di dunia sekaligus di akhirat kelak?
Dan apa makna bahagia
Jika tak selamat?

Maka, wahai Bidadari Surgaku
Aku ingin menginjak bumi
Dan nalarku tak lebihi langit
Semoga kamu pun

Aku ingin kita raih target terdekat
Aku ingin kita tak korupsi seperti pejabat
Aku ingin kita tak gandakan uang duplikat
Aku ingin kita bahagia karena selamat

Lantas, mengapa aku masih bertanya
Apa makna bahagiamu
Jika yang kaucitakan tak abadi?
Sementara raga kita mengaus

Lalu, aku mulai meragu
Huruf-huruf c.i.n.t.a.
Kemudian kata-kata sesal pun
Menyeruak

Salahkan sejarah
Salahkan sekitar
Salahkan Tuhan
Salahkan cinta

Kalau Tuhan tersangka
Adakah kita?
Kalau cinta terdakwa
Adakah surga?

Bidadari Surgaku,
Semoga kita sepakat lagi
Bahwa surga dunia itu
Kitalah penciptanya!

bdg, 20170120, 00.07

c.q. 'puisi' ini di-share juga ke sini:
http://fiksiana.kompasiana.com/aluzar_azhar/wahai-bidadari-surgaku_5880fd6f379773880bcdfa69

Kamis, 12 Januari 2017

Lirik dan Kunci Cinta Sejati

Cinta Sejati
(Vokalis: Ari Lasso; Pencipta: ?)

Intro : G
G Bb
Aku jatuh cinta padamu
F C
Sejak pertama kita bertemu
Bbm Em
Diam menghuni relung hati
A D
Kau tak pernah peduli
G Bb
Tuhan mengapa Kauanugerahkan
F C
Cinta yang tak mungkin tuk bersatu
Bbm Em
Kau yang tlah lama kucintai
A D
Ada yang memiliki

Reff :
G B Em
Cinta sejati tak akan
D7 C G
Pernah mati slalu menghiasi
A C D
Ketulusan cinta ini

Intro : G
G Bb
Jalan hidup tlah membuat kita
F C
Harus senantiasa bersama
Bbm Em
Lewati sgala suka-duka
A D
Tiada cinta bicara

Reff. … oh …
Reff

G B Em
Dan kau slalu hanya
D7 C
Diam membisu
G
Meskipun kautahu
A C D
Betapa dalam cintaku …

oh … ye …

Coda:

A Bb G
Aku jatuh cinta padamu.


Bandung, 12 Januari 2017, 00.17.

Senin, 09 Januari 2017

Draf: Energi Ampunan

Tesis

Tulisan ini tidak bahas kasus Ahok, meski saya punya hipotesis: urusan manusia dengan manusia lagi, jangan bawa-bawa Tuhan; tentu sebagai orang yang beriman, jika urusan itu mentok, ya istirja’ (innaa lillaahi wa innaa ilaihii raaji’uun); atau punya ‘dosa’ kepada manusia kok mohon ampun kepada Tuhan seperti dengan bolak-balik umroh?

Saya akui, tulisan ini semakin ‘dirangsang’ oleh ini:
Yang punya ‘hipotesis’: Demikian hasil dari pengkajian yang telah kami lakukan terhadap Al-Qur’an dan Alkitab. Dari hasil pengkajian kita lihat bahwa Al-Qur’an tidak begitu jelas serta kurang tegas berbicara mengenai bagaimana agar dosa-dosa dapat dibersihkan atau dihapuskan. Sementara Alkitab membicarakannya dengan lebih jelas dan lebih tegas.

Insya Allah, saya punya antitesis-nya, namun sayang, mohon maaf, saya belum bisa fokus, sehingga masih ada data yang kurang dan wayahna (terpaksa) disajikan dalam bentuk draf dulu.

Antitesis

Dua tahun kemarin, ada seorang kawan yang mengingatkan perihal ‘kesaktian’ ampunan Tuhan. Sayang, lupa ditulis di mana! Wadoh, kawan itu harus saya kejar lagi …

Kemudian saya menulis esai “Menghapus Dosa” … Sayang, masih draf juga. Namun, beberapa tema telah dihimpun, misalnya:
1.      Manusia alamat khilaf dan salah (Hadis).
2.      Apa itu dosa dan ampunan?
3.      Dosa dan ampunan menurut Quran.
4.      Perjanjian ‘primordial’ (Hadis).

5.      Doa tobat Nabi ‘Adam a.s. & Siti Hawa (Q 7: 23), doa mohon ampun (Q 3: 16), dan doa sapu jagat (Q 2: 201 + Hadis).

Sintesis

Hingga usia kini, saya punya hipotesis: “TOBAT menghapus dosa besar; istighfar menghapus dosa kecil, termasuk dosa syirik-ayo, mumpung hidup!" Ember, kenapa KITA segan meminta maaf kepada sesama manusia?

Bocoran, silakan cek/search: ‘dosa’, ‘ampun’ … di Anonim. “Al-Quran Digital Versi 2.1”. Jumadil Akhir 1425/Agustus 2004. Website: http://www.alquran-digital.com. E-mail: info@alquran-digital.com.

Semoga hidup kita damai ( #dosa = perasaan tidak tenang), aamiin, yRa.


Bandung, 9 Januari 2017.